Rabu, 13 Februari 2013

Jaringan WAN (Wide Area Network)

WAN (Wide Area Network)

Jaringan komputer umumnya populer dibagi menjadi dua yaitu LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Hal yang membedakan antara WAN dengan LAN pada dasarnya adalah pada luas area cakupan. Namun, mengingat perkembangan teknologi dari LAN yang lantam, menyebabkan perbedaan antara WAN dan LAN agak menjadi semu. Jadi, diasumsikan jika suatu koneksi membutuhkan penyewaan infrastrukstur dari service provider maka itu adalah WAN.

Mengingat adanya kebutuhan akan penyediaan service provider maka jika ada sebuah komputer terhubung ke komputer lain menggunakan hubungan WAN. Maka hubungan tersebut dapat dibagi dalam beberapa bagian untuk memudahkan dalam manajemen dan pencarian solusi ketika terjadi masalah. Kesemuanannya adalah sbb :

1. CPE (Customer Premises Equipment)
Perlengkapan yang dimiliki oleh pelanggan dan berada di lokasi pelanggan. Kalo di anologikan dengan telepun rumah, batas CPE sampai ke kotak DP yang biasa digantung di tiang2 telepun.

2. Demarcation point (Titik Demarkasi)
Titik di mana tanggung jawab service provider berakhir dan CPE di mulai. Dalam kasus di atas DP merupakan titik demarkasi.

3. Local loop
Menghubungkan demarcation point dengan switching office terdekat yang disebut dengan central office. Local loop ini mirip dengan RK (Rumah Kabel) yang merupakan kotak yang sering dijumpai di jalan2.

4. Central Office
Merupakan titik yang menghubungkan pelanggan dengan jaringan switching dari service provider. Central Office bisa dianalogikan dengan kantor telkom yang dijuluki STO (Sentral Telepon Otomat). Isinya antara lain adalah sebuah rak yang aku kenal dengan MDF (Main Distribution Frame).

5. Toll Network
Sebuah trunk line yang berada di dalam jaringan provider WAN. Merupakan kumpulan dari switch2 dan fasilitas yang dimiliki oleh ISP. Yang ini mungkin macem stasiun buminya.


Pemisalan di atas cuma untuk lebih memudahkan bagi yang baru mendengar istilah di atas. Bagi yang udah familiar mohon dikoreksi klo analoginya kurang tepat.


Ada tiga jenis koneksi pada WAN yaitu :

1. Leased line
Koneksi ini disebut sebagai koneksi titik ke titik (point-to-point) atau koneksi yang dedicated (koneksi yang ga bisa diganggu gugat oleh pelanggan lain). Karena jalurnya dedicated, biaya tinggi adalah resiko pengguna leased line. Namun, di sisi lain koneksi leased line tidak melalui proses call setup, sehingga antara end user selalu terkoneksi secara real time. Sehingga ketika membutuhkan koneksi data yang stabil dan tidak memiliki masalah di segi biaya, leased line is number one.

2. Circuit switching
Koneksi yang atu ini mungkin akan lebih enak kalo dianalogikan dengan telepun rumah. Dari segi biaya ini akan lebih murah dibanding koneksi yang pertama. Karena hanya membayar ketika digunakan. Walaupun murah di segi biaya ada kemungkinan probabilitas blocking terjadi di koneksi ini.

3. Packet switching
Koneksi terakhir adalah koneksi yang paling familiar digunakan. Karena koneksi ini menggabungkan antara biaya murah circuit switching tapi bersifat seperti leased line. Konsepnya didasari akan pembagian bandwidth kepada beberapa pelanggan (multiplexing). Makanya kalo di beberapa ISP sering dengar 1:10, yang artinya 1 jalur digunakan oleh 10 pelanggan.


Beberapa protokol yang digunakan pada koneksi WAN adalah :

1. HDLC (High Level Data Link Control)
Dikembangkan dari SDLC (Syncronous Digital Link Control) yang diciptakan oleh IBM. HDLC tidak dimaksudkan untuk membungkus protokol-protokol Lapis Jaringan yang berbeda-beda melalui link yang sama. Header HDLC tidak membawa indentifikasi dari jenis protokol yang dibawa di dalam enkapsulasi HDLC. Karena itu, setiap vendor memiliki HDLC yang unik.

2. PPP (Point-to-Point Protocol)
Protokol ini dapat digunakan untuk menghubungkan perangkat antar vendor yang berbeda. PPP menggunakan Network Control Protocol di header Data Link untuk melakukan identifikasi Lapis Jaringan. PPP juga mengijinkan auhentifikasi dan koneksi multilink dan kompitibel dengan jaur asynchronous dan synchronous.

3. Frame Relay
Teknologi yang muncul di awal tahun 1990 dan penerus dari X.25. Frame Relay lebih efektif dari segi biaya daripada PPP. Dapat berjalan pada kecepata 64 Kbps sampai 54 Mbps (T3). Protokol ini juga menyediakan fungsi-fungsi tambahan untuk alokasi bandwidth dan pengendalian congestion.

4. ISDN (Integrated Service Digital Network)
Merupakan sekumpulan layanan digital yang memindahkan suara dan data melalui hubungan kabel telepun yang ada. ISDN merupakan pilihan yang cukup bijak sebagai jalur back up

0 komentar:

Poskan Komentar