Sabtu, 16 Februari 2013

jenis-jenis pesan/peringatan kesalahan pada LAN

Mendiagnosis permasalahan pengoperasian PC yang tersambung jaringan LAN

· Mengidentifikasi masalah fungsionalitas jaringan pada PC melalui gejala yang muncul
· Mengidentifikasi jenis-jenis pesan/peringatan kesalahan pada LAN
· Menguraikan fungsi spesifik dari tiap-tiap komponen pada PC yang berkaitan dengan LAN
· Memilah masalah berdasarkan kelompoknya
· Memisahkan kelompok permasalahan yang terjadi pada LAN berdasarkan hardware, software dan penyebab eksternal.
· Mengisolasi permasalahan

1. Mengidentifikasi masalah fungsionalitas jaringan pada PC melalui gejala yang muncul 1.1. Jenis reaksi yang seharusnya terjadi atau tidak terjadi dari perangkat diidentifikasi, seperti:
a. Tidak ada reaksi yang seharusnya dari komponen/modul, misalnya: matinya lampu indikator (LED) pada network interface card
b. Fungsi yang tidak berjalan di lingkungan jaringan, misalnya: gagal mengcopy file ke shared-directory di PC dalam jaringan
c. Ada penurunan performansi (respond time dan atau visual) secara nyata/signifikan (kualitatif/relatif) terhadap kondisi normal sebelumnya • Jenis-jenis gangguan pada perangkat Local Area Network
• Performansi dan kondisi Local Area Network • Menunjukkan sikap jeli dan tanggap terhadap perubahan kondisi pada LAN
• Memperlihatkan sikap responsif yang tepat terhadap masalah yang timbul • Mengidentifikasi jenis-jenis pesan/peringatan kesalahan pada LAN
• Menguraikan fungsi spesifik dari tiap-tiap komponen pada PC yang berkaitan dengan LAN • Mengidentifikasikan gejala pada pengoperasian LAN

2. Memilah masalah berdasarkan kelompoknya
2.1 Masalah diklasifikasikan berdasarkan kelompok:
a. Di sisi hardware, misalnya: kerusakan komponen, masalah konektifitas, kabel terkoyak
b. Di sisi software, misalnya driver yang rusak atau terhapus
c. Karena virus, penyebab eksternal (seperti induksi petir), dan atau hal lainnya • Klasifikasi permasalahan pada pengoperasian LAN • Menempatkan klasifikasi permasalahan dengan tepat
d. Merumuskan hipotesa awal yang sesuai dengan klasifikasi permasalahan • Memisahkan kelompok permasalahan yang terjadi pada LAN berdasarkan hardware, software dan penyebab eksternal. • Memilah permasalahan yang terjadi pada pengoperasian LAN

3. Mengisolasi permasalahan
a. Urutan pemeriksaaan yang sesuai ditentukan agar proses diagnosis dan atau perbaikan tidak menimbulkan permasalahan baru lainnya, misalnya: tidak perlu menginstalasi ulang driver card jaringan jika lampu indikator LED network interface card tidak menyala
b. Urutan pemeriksaaan yang sesuai ditentukan, jika gejala yang muncul sama untuk masalah dengan penyebab yang berbeda, misalnya: tidak bisa mencetak di printer jaringan (bisa dari LPT port, network interface cardnya, hub, atau printernya)
c. Tindakan yang bisa dilakukan saat diagnosis dengan cara penukaran perangkat/modul sebagai langkah isolasi sumber permasalahan ditentukan. • Urutan pemeriksaan yang sistematis dalam pelaksanaan diagnosa permasalahan
• Tindakan-tindakan yang dapat dilakukan untuk mengisolasi sumber permasalahan
• Mengikuti prosedur pemeriksaan dalam mendiagnosa permasalahan
• Memilih tindakan yang cepat dan tepat untuk mengisolasi sumber permasalahan • Menjelaskan urutan pemeriksaan dan diagnosa permasalahan
• Menunjukkan prosedur pengisolasian masalah pada pengoperasian LAN • Mengisolasi permasalahan yang timbul saat pengoperasian LAN, baik pada sisi hardware maupu
Trouble Shooting

Perangkat untuk membangun jaringan terdiri dari dua macam yaitu software dan hardware, sehingga jika terjadi masalah pada koneksi jaringan maka kita bisa melakukan pemeriksaan pada kedua hal tersebut.
Periksa hardware jaringan
• Periksa apakah kartu jaringan rusak secara fisik atau tidak
• Periksa apakah kabel sudah dipasang secara benar sesuai dengan prosedur
• Periksa apakah ada kerusakan pada Hub/konsetrator jaringan
Periksa software jaringan
• Periksa apakah kartu jaringan sudah diaktifkan melalui bios
• Periksa apakah kartu jaringan sudah ada drivernya yang terpasang
• Periksa apakah kartu jaringan sudah dikonfigurasikan IP-nya
Dengan melakukan pemeriksaan kedua hal tersebut maka kita bisa memilah jenis masalah yang timbul dan melakukan trouble shootig berdasar jenis permasalahan yang muncul.

Langkah isolasi kerusakan
Supaya tidak terjadi kerusakan saat pemakaian perangkat jaringan baik yangberupa hardware maupun software maka kita perlu memperhatikan beberapa hal.
Kerusakan perangkat keras • Sebelum memasang perangkat jaringan, semua diperiksa secara cermat apakah terdapat cacat secara fisik pada perangkat tersebut.
• Bacalah manual dari tiap – tiap perangkat untuk mengetahui kemampuan kerja dari alat tersebut.
• Jika terdapat kerusakan pada alat, langsung lakukan penggantian alat.
• Jangan pernah memaksakan alat untuk bekerja melebihi kemampuan alat.
Kerusakan Software
• Gunakan driver perangkat jaringan yang sesuai dan direkomendasikan oleh pembuat perangkat jaringan.
• Jangan pernah membiarkan PC tanpa software anti virus, karena virus menyerang melalui jaringan dan bisa mengganggu koneksi jaringan.
• Gunakan software untuk monitoring kinerja jaringan sehingga bisa mendeteksi permasalahan koneksi lebih dini.
Untuk menghindari kerusakan yang lebih parah baik software maupun hardware maka pengawasan dan perawatan rutin secara berkala sangat diperlukan.

Rabu, 13 Februari 2013

Cara Instalasi Jaringan WAN

Cara Instalasi Jaringan WAN

Peralatan
1.Kompas dan peta topografi
2.Penggaris dan busur derajat
3.Pensil, penghapus, alat tulis
4.GPS, altimeter, klinometer
5.Kaca pantul dan teropong
6.Radio komunikasi (HT)
7.Orinoco PC Card, pigtail dan PCI / ISA adapter
8.Multimeter, SWR, cable tester, solder, timah, tang potong kabel
9.Peralatan panjat, harness, carabiner, webbing, cows tail, pulley
10.Kunci pas, kunci ring, kunci inggris, tang (potong, buaya, jepit), obeng set, tie rap, isolator gel, TBA, unibell
11.Kabel power roll, kabel UTP straight dan cross, crimping tools, konektor RJ45
12.Software AP Manager, Orinoco Client, driver dan AP Utility Planet, firmware dan operating system (NT, W2K, W98 / ME, Linux, FreeBSD + utilitynya)
Survey Lokasi
1.Tentukan koordinat letak kedudukan station, jarak udara terhadap BTS dengan GPS dan kompas pada peta
2.Perhatikan dan tandai titik potensial penghalang (obstructure) sepanjang path
3.Hitung SOM, path dan acessories loss, EIRP, freznel zone, ketinggian antena
4.Perhatikan posisi terhadap station lain, kemungkinan potensi hidden station, over shoot dan test noise serta interferensi
5.Tentukan posisi ideal tower, elevasi, panjang kabel dan alternatif seandainya ada kesulitan dalam instalasi
6.Rencanakan sejumlah alternatif metode instalasi, pemindahan posisi dan alat
Pemasangan Konektor
1.Kuliti kabel coaxial dengan penampang melintang, spesifikasi kabel minimum adalah RG 8 9913 dengan perhitungan losses 10 db setiap 30 m
2.Jangan sampai terjadi goresan berlebihan karena perambatan gelombang mikro adalah pada permukaan kabel
3.Pasang konektor dengan cermat dan memperhatikan penuh masalah kerapian
4.Solder pin ujung konektor dengan cermat dan rapi, pastikan tidak terjadi short
5.Perhatikan urutan pemasangan pin dan kuncian sehingga dudukan kabel dan konektor tidak mudah bergeser
6.Tutup permukaan konektor dengan aluminium foil untuk mencegah kebocoran dan interferensi, posisi harus menempel pada permukaan konektor
7.Lapisi konektor dengan aluminium foil dan lapisi seluruh permukaan sambungan konektor dengan isolator TBA (biasa untuk pemasangan pipa saluran air atau kabel listrik instalasi rumah)
8.Terakhir, tutup seluruh permukaan dengan isolator karet untuk mencegah air
9.Untuk perawatan, ganti semua lapisan pelindung setiap 6 bulan sekali
10.Konektor terbaik adalah model hexa tanpa solderan dan drat sehingga sedikit melukai permukaan kabel, yang dipasang dengan menggunakan crimping tools, disertai karet bakar sebagai pelindung pengganti isolator karet
Pembuatan POE
1.Power over ethernet diperlukan untuk melakukan injeksi catu daya ke perangkat Wireless In A Box yang dipasang di atas tower, POE bermanfaat mengurangi kerugian power (losses) akibat penggunaan kabel dan konektor
2.POE menggunakan 2 pair kabel UTP yang tidak terpakai, 1 pair untuk injeksi + (positif) power dan 1 pair untuk injeksi – (negatif) power, digunakan kabel pair (sepasang) untuk menghindari penurunan daya karena kabel loss
3.Perhatikan bahwa permasalahan paling krusial dalam pembuatan POE adalah bagaimana cara mencegah terjadinya short, karena kabel dan konektor power penampangnya kecil dan mudah bergeser atau tertarik, tetesi dengan lilin atau isolator gel agar setiap titik sambungan terlindung dari short
4.Sebelum digunakan uji terlebih dahulu semua sambungan dengan multimeter
Instalasi Antena
1.Pasang pipa dengan metode stack minimum sampai ketinggian 1st freznel zone terlewati terhadap obstructure terdekat
2.Perhatikan stabilitas dudukan pipa dan kawat strenght, pasang dudukan kaki untuk memanjat dan anker cows tail
3.Cek semua sambungan kabel dan konektor termasuk penangkal petir bila ada
4.Pasang antena dengan rapi dan benar, arahkan dengan menggunakan kompas dan GPS sesuai tempat kedudukan BTS di peta
5.Pasang kabel dan rapikan sementara, jangan sampai berat kabel menjadi beban sambungan konektor dan mengganggu gerak pointing serta kedudukan antena
6.Perhatikan dalam memasang kabel di tower / pipa, jangan ada posisi menekuk yang potensial menjadi akumulasi air hujan, bentuk sedemikian rupa sehingga air hujan bebas jatuh ke bawah
Instalasi Perangkat Radio
1.Instal PC Card dan Orinoco dengan benar sampai dikenali oleh OS tanpa konflik dan pastikan semua driver serta utility dapat bekerja sempurna
2.Instalasi pada OS W2K memerlukan driver terbaru dari web site dan ada di CD utility kopian, tidak diperlukan driver PCMCIA meskipun PNP W2K melakukannya justru deteksi ini menimbulkan konflik, hapus dirver ini dari Device Manager
3.Instalasi pada NT memerlukan kecermatan alokasi alamat IO, IRQ dan DMA, pada BIOS lebih baik matikan semua device (COM, LPT dll.) dan peripheral (sound card, mpeg dll.) yang tidak diperlukan
4.Semua prosedur ini bisa diselesaikan dalam waktu kurang dari 30 menit tidak termasuk instalasi OS, lebih dari waktu ini segera jalankan prosedur selanjutnya
5.Apabila terus menerus terjadi kesulitan instalasi, untuk sementara demi efisiensi lakukan instalasi dibawah OS Win98 / ME yang lebih mudah dan sedikit masalah
6.Pada instalasi perangkat radio jenis Wireless In A Box (Mtech, Planet, Micronet dlll.), terlebih dahulu lakukan update firmware dan utility
7.Kemudian uji coba semua fungsi yang ada (AP, Inter Building, SAI Client, SAA2, SAA Ad Hoc dll.) termasuk bridging dan IP Addressing dengan menggunakan antena helical, pastikan semua fungsi berjalan baik dan stabil
8.Pastikan bahwa perangkat Power Over Ethernet (POE) berjalan sempurna
Pengujian Noise
1.Bila semua telah berjalan normal, install semua utility yang diperlukan dan mulai lakukan pengujian noise / interferensi, pergunakan setting default
2.Tanpa antena perhatikan apakah ada signal strenght yang tertangkap dari station lain disekitarnya, bila ada dan mencapai good (sekitar 40 % – 60 %) atau bahkan lebih, maka dipastikan station tersebut beroperasi melebihi EIRP dan potensial menimbulkan gangguan bagi station yang sedang kita bangun, pertimbangkan untuk berunding dengan operator BTS / station eksisting tersebut
3.Perhatikan berapa tingkat noise, bila mencapai lebih dari tingkat sensitifitas radio (biasanya adalah sekitar – 83 dbm, baca spesifikasi radio), misalnya – 100 dbm maka di titik station tersebut interferensinya cukup tinggi, tinggal apakah signal strenght yang diterima bisa melebihi noise
4.Perhitungan standar signal strenght adalah 0 % – 40 % poor, 40 % – 60 % good, 60 % – 100 % excellent, apabila signal strenght yang diterima adalah 60 % akan tetapi noisenya mencapai 20 % maka kondisinya adalah poor connection (60 % – 20 % – 40 % poor), maka sedapat mungkin signal strenght harus mencapai 80 %
5.Koneksi poor biasanya akan menghasilkan PER (packet error rate – bisa dilihat dari persentasi jumlah RTO dalam continous ping) diatas 3 % – 7 % (dilihat dari utility Planet maupun Wave Rider), good berkisar antara 1 % – 3 % dan excellent dibawah 1 %, PER antara BTS dan station client harus seimbang
6.Perhitungan yang sama bisa dipergunakan untuk memperhatikan station lawan atau BTS kita, pada prinsipnya signal strenght, tingkat noise, PER harus imbang untuk mendapatkan stabilitas koneksi yang diharapkan
7.Pertimbangkan alternatif skenario lain bila sejumlah permasalahan di atas tidak bisa diatasi, misalkan dengan memindahkan station ke tempat lain, memutar arah pointing ke BTS terdekat lainnya atau dengan metode 3 titik (repeater) dll.
Perakitan Antena
1.Antena microwave jenis grid parabolic dan loop serta yagi perlu dirakit karena terdiri dari sejumlah komponen, berbeda dengan jenis patch panel, panel sector maupun omni directional
2.Rakit antena sesuai petunjuk (manual) dan gambar konstruksi yang disertakan
3.Kencangkan semua mur dan baut termasuk konektor dan terutama reflektor
4.Perhatikan bahwa antena microwave sangat peka terhadap perubahan fokus, maka pada saat perakitan antena perhatikan sebaik-baiknya fokus reflektor terhadap horn (driven antena), sedikit perubahan fokus akan berakibat luas seperti misalnya perubahan gain (db) antena
5.Beberapa tipe antena grid parabolic memiliki batang extender yang bisa merubah letak fokus reflektor terhadap horn sehingga bisa diset gain yang diperlukan
Pointing Antena
1.Secara umum antena dipasang dengan polarisasi horizontal
2.Arahkan antena sesuai arah yang ditunjukkan kompas dan GPS, arah ini kita anggap titik tengah arah (center beam)
3.Geser antena dengan arah yang tetap ke kanan maupun ke kiri center beam, satu per satu pada setiap tahap dengan perhitungan tidak melebihi ½ spesifikasi beam width antena untuk setiap sisi (kiri atau kanan), misalkan antena 24 db, biasanya memiliki beam width 12 derajat maka, maksimum pergeseran ke arah kiri maupun kanan center beam adalah 6 derajat
4.Beri tanda pada setiap perubahan arah dan tentukan skornya, penentuan arah terbaik dilakukan dengan cara mencari nilai average yang terbaik, parameter utama yang harus diperhatikan adalah signal strenght, noise dan stabilitas
5.Karena kebanyakan perangkat radio Wireless In A Box tidak memiliki utility grafis untuk merepresentasikan signal strenght, noise dsb (kecuali statistik dan PER) maka agar lebih praktis, untuk pointing gunakan perangkat radio standar 802.11b yang memiliki utility grafis seperti Orinoco atau gunakan Wave Rider
6.Selanjutnya bila diperlukan lakukan penyesuaian elevasi antena dengan klino meter sesuai sudut antena pada station lawan, hitung berdasarkan perhitungan kelengkungan bumi dan bandingkan dengan kontur pada peta topografi
7.Ketika arah dan elevasi terbaik yang diperkirakan telah tercapai maka apabila diperlukan dapat dilakukan pembalikan polarisasi antena dari horizontal ke vertical untuk mempersempit beam width dan meningkatkan fokus transmisi, syaratnya kedua titik mempergunakan antena yang sama (grid parabolic) dan di kedua titik polarisasi antena harus sama (artinya di sisi lawan polarisasi antena juga harus dibalik menjadi vertical)
Pengujian Koneksi Radio
1.Lakukan pengujian signal, mirip dengan pengujian noise, hanya saja pada saat ini antena dan kabel (termasuk POE) sudah dihubungkan ke perangkat radio
2.Sesuaikan channel dan nama SSID (Network Name) dengan identitas BTS / AP tujuan, demikian juga enkripsinya, apabila dipergunakan otentikasi MAC Address maka di AP harus didefinisikan terlebih dahulu MAC Address station tersebut
3.Bila menggunakan otentikasi Radius, pastikan setting telah sesuai dan cobalah terlebih dahulu mekanismenya sebelum dipasang
4.Perhatikan bahwa kebanyakan perangkat radio adalah berfungsi sebagai bridge dan bekerja berdasarkan pengenalan MAC Address, sehingga IP Address yang didefinisikan berfungsi sebagai interface utility berdasarkan protokol SNMP saja, sehingga tidak perlu dimasukkan ke dalam tabel routing
5.Tabel routing didefinisikan pada (PC) router dimana perangkat radio terpasang, untuk Wireless In A Box yang perangkatnya terpisah dari (PC) router, maka pada device yang menghadap ke perangkat radio masukkan pula 1 IP Address yang satu subnet dengan IP Address yang telah didefinisikan pada perangkat radio, agar utility yang dipasang di router dapat mengenali radio
6.Lakukan continuos ping untuk menguji stabilitas koneksi dan mengetahui PER
7.Bila telah stabil dan signal strenght minimum good (setelah diperhitungkan noise) maka lakukan uji troughput dengan melakukan koneksi FTP (dengan software FTP client) ke FTP server terdekat (idealnya di titik server BTS tujuan), pada kondisi ideal average troughput akan seimbang baik saat download maupun up load, maksimum troughput pada koneksi radio 1 mbps adalah sekitar 600 kbps dan per TCP connection dengan MTU maksimum 1500 bisa dicapai 40 kbps
8.Selanjutnya gunakan software mass download manager yang mendukung TCP connection secara simultan (concurrent), lakukan koneksi ke FTP server terdekat dengan harapan maksimum troughput 5 kbps per TCP connection, maka dapat diaktifkan sekitar 120 session simultan (concurrent), asumsinya 5 x 120 = 600
9.Atau dengan cara yang lebih sederhana, digunakan skala yang lebih kecil, 12 concurrent connection dengan trouhput per session 5 kbps, apa total troughput bisa mencapai 60 kbps (average) ? bila tercapai maka stabilitas koneksi sudah dapat dijamin berada pada level maksimum
10.Pada setiap tingkat pembebanan yang dilakukan bertahap, perhatikan apakah RRT ping meningkat, angka mendekati sekitar 100 ms masih dianggap wajar

Peralatan Yang Dibutuhkan Untuk Membuat Jarinagn WAN Beserta Fungsinya

Peralatan yang dibutuhkan untuk membuat jaringan WAN beserta Fungsinya

  •   Antena Grid 
    Fungsi dari antenna Grid sendiri adalah untuk memperkuat dan mengarahkan sinyal wireless untuk melakukan koneksi point to point atau point to multipoint. dimana antenna ini berfungsi menerima dan mengirim signal data dengan sisitem gelombang radio 2,4 Mhz.
     
     
  • Access Point Radio Senao
  • Fungsi sebagai Hub atau Switch yang berguna untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless atau nirkabel, di access point inilah koneksi data dipancarkan atau dikirim melalui gelombang radio, ukuran kekuatan sinyal juga mempengaruhi, semakin besar kekuatan sinyal semakin luas jangkauannya.
     
     
     
  • Kabel Pigtail

Fungsi Kabel Pigtail yaitu untuk menghubungkan antena grid dengan Access Point  Radio Senao
  •  Kabel UTP
 
Fungsinya yaitu untuk menghubungkan radio senao dengan Komputer
  •  PC ( Personal Computer ) 

Fungsinya yaitu Sebagai Server dan Client dalam jaringan tersebut 

Langkah Langkah Membuat Jaringan WAN
  1.  Pasang Antena Grid Beserta Komponen Komponennya 
  2.  Pasang Access Point Radio Senao, Kemudian hubungkan dengan antenna Grid Menggunakan   Kabel Pigtail lalu pasangkan kabel UTP sebagai penghubung Radio dengan computer
  3.  Berikan IP pada computer yang akan di konfigurasi dengan cara Klik Start, Klik Control Panel, Pilih My    Network Places,  pada icon computer pilih properties lalu pilih Internet Protocol (TCP/IP) kemudian klik properties. IP yang diberikan harus satu segmen dengan IP yang ada pada Radio.                                      Contoh:
    IP Radio :192.168.1.1
    IP Komputer :192.168.1.2
  4.  Klik Internet Explorer atau pada browser  lalu ketik IP Radio  http://192.168.1.1
  5.  Setelah tampilan setting radio terbuka, pilih Management klik Operation Mode kemudian aktifkan Bridge setelah itu pilih apply change lalu klik OK.
  6.  Pada Wireless pilih Site Servey kemudian Refresh lalu pilih Hospot-Noc setelah itu klik connect lalu OK 
  7. Untuk mengecek apakah komputer kita sudah terkoneksi dengan computer di jaringan lain atau tidak maka kita melakukan tes koneksi IP dengan cara klik Start lalu pilih run. Kemudian ketik ping IP computer di jaringan lain tersebut jika reply maka akses telah berhasil.

Jaringan WAN (Wide Area Network)

WAN (Wide Area Network)

Jaringan komputer umumnya populer dibagi menjadi dua yaitu LAN (Local Area Network) dan WAN (Wide Area Network). Hal yang membedakan antara WAN dengan LAN pada dasarnya adalah pada luas area cakupan. Namun, mengingat perkembangan teknologi dari LAN yang lantam, menyebabkan perbedaan antara WAN dan LAN agak menjadi semu. Jadi, diasumsikan jika suatu koneksi membutuhkan penyewaan infrastrukstur dari service provider maka itu adalah WAN.

Mengingat adanya kebutuhan akan penyediaan service provider maka jika ada sebuah komputer terhubung ke komputer lain menggunakan hubungan WAN. Maka hubungan tersebut dapat dibagi dalam beberapa bagian untuk memudahkan dalam manajemen dan pencarian solusi ketika terjadi masalah. Kesemuanannya adalah sbb :

1. CPE (Customer Premises Equipment)
Perlengkapan yang dimiliki oleh pelanggan dan berada di lokasi pelanggan. Kalo di anologikan dengan telepun rumah, batas CPE sampai ke kotak DP yang biasa digantung di tiang2 telepun.

2. Demarcation point (Titik Demarkasi)
Titik di mana tanggung jawab service provider berakhir dan CPE di mulai. Dalam kasus di atas DP merupakan titik demarkasi.

3. Local loop
Menghubungkan demarcation point dengan switching office terdekat yang disebut dengan central office. Local loop ini mirip dengan RK (Rumah Kabel) yang merupakan kotak yang sering dijumpai di jalan2.

4. Central Office
Merupakan titik yang menghubungkan pelanggan dengan jaringan switching dari service provider. Central Office bisa dianalogikan dengan kantor telkom yang dijuluki STO (Sentral Telepon Otomat). Isinya antara lain adalah sebuah rak yang aku kenal dengan MDF (Main Distribution Frame).

5. Toll Network
Sebuah trunk line yang berada di dalam jaringan provider WAN. Merupakan kumpulan dari switch2 dan fasilitas yang dimiliki oleh ISP. Yang ini mungkin macem stasiun buminya.


Pemisalan di atas cuma untuk lebih memudahkan bagi yang baru mendengar istilah di atas. Bagi yang udah familiar mohon dikoreksi klo analoginya kurang tepat.


Ada tiga jenis koneksi pada WAN yaitu :

1. Leased line
Koneksi ini disebut sebagai koneksi titik ke titik (point-to-point) atau koneksi yang dedicated (koneksi yang ga bisa diganggu gugat oleh pelanggan lain). Karena jalurnya dedicated, biaya tinggi adalah resiko pengguna leased line. Namun, di sisi lain koneksi leased line tidak melalui proses call setup, sehingga antara end user selalu terkoneksi secara real time. Sehingga ketika membutuhkan koneksi data yang stabil dan tidak memiliki masalah di segi biaya, leased line is number one.

2. Circuit switching
Koneksi yang atu ini mungkin akan lebih enak kalo dianalogikan dengan telepun rumah. Dari segi biaya ini akan lebih murah dibanding koneksi yang pertama. Karena hanya membayar ketika digunakan. Walaupun murah di segi biaya ada kemungkinan probabilitas blocking terjadi di koneksi ini.

3. Packet switching
Koneksi terakhir adalah koneksi yang paling familiar digunakan. Karena koneksi ini menggabungkan antara biaya murah circuit switching tapi bersifat seperti leased line. Konsepnya didasari akan pembagian bandwidth kepada beberapa pelanggan (multiplexing). Makanya kalo di beberapa ISP sering dengar 1:10, yang artinya 1 jalur digunakan oleh 10 pelanggan.


Beberapa protokol yang digunakan pada koneksi WAN adalah :

1. HDLC (High Level Data Link Control)
Dikembangkan dari SDLC (Syncronous Digital Link Control) yang diciptakan oleh IBM. HDLC tidak dimaksudkan untuk membungkus protokol-protokol Lapis Jaringan yang berbeda-beda melalui link yang sama. Header HDLC tidak membawa indentifikasi dari jenis protokol yang dibawa di dalam enkapsulasi HDLC. Karena itu, setiap vendor memiliki HDLC yang unik.

2. PPP (Point-to-Point Protocol)
Protokol ini dapat digunakan untuk menghubungkan perangkat antar vendor yang berbeda. PPP menggunakan Network Control Protocol di header Data Link untuk melakukan identifikasi Lapis Jaringan. PPP juga mengijinkan auhentifikasi dan koneksi multilink dan kompitibel dengan jaur asynchronous dan synchronous.

3. Frame Relay
Teknologi yang muncul di awal tahun 1990 dan penerus dari X.25. Frame Relay lebih efektif dari segi biaya daripada PPP. Dapat berjalan pada kecepata 64 Kbps sampai 54 Mbps (T3). Protokol ini juga menyediakan fungsi-fungsi tambahan untuk alokasi bandwidth dan pengendalian congestion.

4. ISDN (Integrated Service Digital Network)
Merupakan sekumpulan layanan digital yang memindahkan suara dan data melalui hubungan kabel telepun yang ada. ISDN merupakan pilihan yang cukup bijak sebagai jalur back up

Segmen-Segmen WAN

segmen WAN

 
    Dalam jaringan komputer banyak sekali kita menemukan istilah-istilah yang digunakan didalamnya. Hambatan yang sering terjadi dalam belajar jaringan komputer adalah banyaknya istilah atau kata yang digunakan terkadang istilah tersebut tidak didalam buku atau kamus bahasa inggris karena memang istilah yang digunakan bukan merupakan kata-kata namun singkatan seperti TCP/IP atau IP banyak orang yang terframe dipikirannya ketika mendengar kata IP langsung mengartikan bahwa IP adalah nomor komputer atau komputer ini nomornya berapa. Hal-hal yang demikian jika tidak dilurusankan nantinya dikhawatirkan akan merubah makna dari singkatan tersebut.
Kebanyakan singkatan yang digunakan dalam jaringan komputer menjadikan singkatan itu sebagai nama dari kata yang dimaksud seperti RJ 45, mendengar kata tersebut pikiran kita langsung tertuju pada bendanya, langsung membayangkan RJ 45 padahal RJ 45 sendiri adalah sebuah singkatan yaitu Registered Jack nomor 45.
Kumpulan istilah ini sengaja di buat guna memberikan inputan bagi siapa saja yang sedang atau akan belajar jaringan komputer atau sekedar menghangatkan kembali ingatan-ingatan kita pada jaringan komputer.Dengan senang hati jika ada yang ingin menambahkannya …
10BaseTBagian dari standar asli IEEE 802.3, 10BaseT adalah spesifikasi Ethernet 10 Mbps baseband yang menggunakan dua pasang kabel yang saling terbelit (twisted pair), kabel kategori 3, 4, 5 menggunakan satu pasang kabel untuk mengirim data datu satu pasang lainnya untuk menerima. 10BaseT mempunyai batas jarak sekita 100 meter per segmen.
100BaseTBerdasarkan standar IEEE 802.3u, 100BaseT adalah spesifikasi Fast Ethernet untuk baseband 100Mbps yang menggunakan kabel UTP. 100BaseT mengirimkan link pulse (yang berisi lebih banyak informasi dibandingkan dengan yang digunakan 10BaseT) melalui network ketika tidak ada lalu lintas data.
100BaseTXBerdasarkan standar IEEE 802.3u, 100BaseTX adalah spesifikasi Fast Ethernet baseband 100Mbps yang menggunakan dua pasang kabel UTP atau STP. Kabel pasang pertama menerima data, pasang kedua mengirimkan data. Untuk memastikan waktu sinyal yang tepat, sebuah segmen 100BaseTX panjangnya tidak bias melebihi 100 meter.
A&B Bit SignalingPensinyalan bit A & B. digunalan dalam fasilitas transmisi T1 dan terkadang dinamakan “24th” channel signaling (pensinyalan kanal ke 24). Setiap 24 T1 subchanel pada procedur ini menggunakan satu bit untuk setiap frame keenam untuk mengirimkan informasi sinyal pengawasan (supervisory).
AAAAuthentication, Authorization, Accounting. Sebuah system yang dibuat oleh cisco untuk menyediakan keamanan jaringan.
AALATM Adaption Layer. Sebuah sublayer yang service-dependent (bergantung pada layanan) dari layer data link, yang menerima data dari aplikasi lain dan membawanya ke layer ATM dengan segmen-segmen payload (data yang dikirim) berukuran 48 byte. CS dan SAR adalah dua sublayer yang membentuk AAL-AAL. Saat ini empat tipe AAL yang direkomendasikan oleh ITU-T adalah AAL1, AAL2, AAL3/4, dan AAL5. semua AAL dibedakan oleh source-destination timming (waktu dari sumber ke tujuan) yang digunakan, apakah CBR atau VBR, serta apakah mereka digunakan untuk transmisi data yang connection-oriented atau connectionless.
AAL1ATM Adaption Layer 1. satu dari empat AAL yang direkomendasikan oleh ITU-T AAL1 digunakan untuk layanan yang connection-oriented dan time-sensitive yang memerlukan bit rate yang stabil, seperti lalu lintas isochronous dan video yang tidak di kompresi.
AAL2ATM Adaption Layer 2. Satu dari empat AAL (sebuah produk dari dua layer yang direkomendasikan oleh ITU-T. AAL2 digunakan untuk layanan connection-oriented yang mendukung bit rate yang bervariasi, seperti lalu lintas suara (voice) yang dikompresi.
AAL3/4ATM Adaption Layer ¾. Satu dari empat AAL (sebuah produk dari dua layer yang pada awalnya berbeda) yang direkmendasikan oleh ITU-T, mendukung baik link connectionless maupun link connection-oriented. Terutama digunakan untuk mengirimkan paket-paket SMDS melalui network ATM.
AAL5Adaption Layer 5. Satu dari empat AAL yang direkomendasikan oleh ITU-T, digunakan untuk mendukung layanan VBR connection-oriented terutama untuk mentransfer network IP yang klasik, melalui lalu lintas ATM dan LANE. Rekomendasi AAL yang lebih sederhana ini menggunakan SEAL, menawarkan biaya bandwidth yang lebih rendah dan kebutuhab pemrosesan yang lebih sederhana, tetapi juga menyediakan bandwidth yang dikurangi dan kemampuan error-recovery.
AARPAppleTalk Address Resolution Protocol. Protokol di dalam stack atau kumpulan protocol AppleTalk yang memetakan alamat data-link alamat network.
AARP Probe PacketsPaket-paket yang dikirim oleh AARP untuk menentukan apakah sebuah node ID (identifikasi dari sebuah titik atau node) yang diberikan sedang digunakan oleh node lain pada sebuah network AppleTalk yang nonextended. Jika node ID tidak sedang digunkan oleh node lain, node pengirim akan memilih node ID tersebut. Jika node ID sedang digunakan oleh node lain, node pengirim akan memilih sebuah ID lain dan kemudian mengirimkan keluar AARP probe packets yang lebih banyak.
ABMAsynchronous Balanced Mode. Ketika dua station bias mlakukan inisialisasi pengirim, ABM adalah sebuah teknologi komunikasi HDLC yang mendukung komunikasi yang peer-oriented dan point-to-point di antara kedua station tersebut.
ABRArea Border Router. Sebuah router OSPF yang terletak pada perbatasan dari satu atau lebih area OSPF. ABR digunakan untuk menghubungkan area OSPF dengan area backbone OSPF.
Acces LayerSalah satu layer dari model hierarkis tiga layer Cisco. Layer menyediakan akses internetworking untuk pengguna.
Access LinkSebuah link yang digunakan dengan switch yang merupakan bagian dari hanya satu Virtual LAN (VLAN). Trunk link membawa informasi dari beberapa VLAN.
Access ListSebuah kumpulan dari kondisi-kondisi pengujian yang disimpan oleh router yang emnentukan lalulintas yang menarik ke dan dari router untuk berbagi layanan pada network.
Access MethodeMetode Akses. Cara peralatan network untuk mendapatkan akses ke networknya sendiri.
Accsess RateKecepatan akses. Menentukan kecepatan bandwidth dari rangkaian (circuit). Sebagai contoh kecepatan akses T1 adalah 1.544 Mbs. Pada frame relay dan teknologi lain, terdapat kemungkinan sebuah pecahan dari koneksi T1, contohnya 256 Kbps walaupun demikian kecepatan akses dan clock rate tetap 1.544 Mbps.
Access Server Server akses. Juga dikenal sebagai network access server merupakan sebuah proses komunikasi yang menghubungkan peralatan asynchronous ke LAN atau WAN melalui network dan software terminal emulation, menyediakan routing synchronous atau asynchronous dari protokol-protokol yang didukung.
AccountingSatu dari tiga komponen AAA. Accounting menyediakan fungsi audit dan log untuk model keamanan.
AcknowledgmentVerifikasi yang dikirim oleh satu peralatan network ke peralatan lainnya untuk menandakan bahwa sebuah kejadian telah terjadi. Bias disingkat menjadi ACK. Berlawanan dengan NAK.
ACRAllowed cell rate. Sebuah nama yang didefinisikan oleh forum ATM untuk mengelola lalu lintas ATM. ACR secara dinamik dikendalikan dengan menggunakan pengukuran congestion control dan bervariasi antara minimum cell rate (MCR) dan peak cell rate (PCR).
Active MonitorMekanisme yang digunakan untuk mengelola sebuah network token ring. Titik (node) network dengan alamat MAC yang paling tingi pada token ring menjadi active monitor dan bertanggung jawab untuk tugas-tugas manajemen seperti mencegah loop-loop dan memastikan token tidak hilang.
Active StateStatus aktif. Berkenaan dengan sebuah table routing EIGRP, sebuah rute berada dalam status aktif ketika router mengalami router convergence (selesai melengkapi table routingnya).
Address LearningMempelajari alamat. Digunakan dengan transparent brigde untuk mempelajari alamat-alamat hardware dari semua peralatan di sebuah network. Switch kemudian melakukan penyaringan (filter) terhadap network dengan alamat hardware (MAC) yang telah diketahui.
Address MappingPemetaan alamat. Dengan menerjemahkan alamat network dari satu format ke format lainnya, metodelogi ini memungkinkan protocol-protokol yang berbeda beroprasi dan bisa saling dipertukarkan.
Address MaskSebuah descriptor (keterangan) kombinasi bit yang mengidentifikasikan bagaimana dari sebuah alamat yang menunjukkan network atau subnet dan bagian mana yang menunjukkan host. Kadang-kadang hanya disebut mask.
Address ResolutionPenerjemah alamat. Proses yang digunakan untuk menyelesaikan perbedaan di natara skema-skema pengalamatan komputer. Penerjemah alamat biasanya mendefinisikan sebuah metode untuk pelacakan (tracing) alamat layer network (layer 3) ke alamat layer data link (layer 2).
AdjacencyKedekatan. Hubungan yang dibuat antara router-router tetangga yang ditentukan dan node-node akhir, menggunakan sebuah segmen media yang umum, untuk saling mempertukarkan informasi routing.
Administrative distance (AD)Sebuah angka di antara 0 dan 255 yang menunjukkan tingkat kepercayaan terhadap sebuah sumber informasi routing. Semakin rendah angkanya semakin tinggi tingkat kepercayaannya.
Administrative WeightSebuah nilai yang dipilih oleh seorang administration network untuk menentukan tingkatan preferensi yang diberikan kepada sebuah jaringan network. Merupakan satu dari empat metric link yang dipertukakrkan oleh PTSP-PTSP untuk menguji ketersediaan resource network ATM.
ADSUATM Data Service Unit. Terminal adapter yang digunakan untuk berhubungan dengan sebuah network ATM melalui sebuah mekanisme yang HSSI-compatible.
AdvertisingPengumuman. Proses di mana update-update routing atau layanan ditransmisikan pada interval waktu tertentu, yang memungkinkan router-router lain pada network memelihara sebuah catatan dari rute-rute yang bias digunakan.
AEPAppleTalk Echo Protocol. Sebuah tes untuk koneksivitas antara dua node atau terminal AppleTalk di mana satu terminal mengirimkan paket ke terminal lain dan menerima sebuag echo atau copy sebagai tanggapan.
AFIAuthory and Format Identifier. Bagian dari sebuah alamat NSAP ATM yang menggambarkan tipe dan format bagian IDI dari sebuah alamat ATM.
AFPAppleTalk Filling Protocol. Sebuah protocol layer presentation, mendukung file sharing AplleShare dan Mac OS, yang mengizinkan user melakukan sharing file dan aplikasi pada sebuah server.
AIPATM Interface Processor. Mendukung AAL ¾ dan AAL5, interfaceini untuk router Cisco seri 7000 meminimalkan performace bottlenecks pada UNI.
AlgorithmAlgoritma. Sekumpulan peraturan atau proses yang digunakan untuk menyelesaikan sebuah masalah. Pada networking, algoritma biasanya digunakan untuk menemukan rute terbaik untuk lalu lintas dari sumber ke tujuan.
Alignment ErrorSebuah error yang terjadi di dalam network Ethernet, dimaa frame yang diterima mempunyai bit-bit tambahan yaitu sebuah angka yang tidak habis dibagi dengan delapan. Alignment error umumnya disebabkan oleh frame yang rusak akibat collisions.
All-Routes Explorer PacketSebuah packet penjelajah (explorer) yang bias bergerak melalui selruh network SRB, melacak semua jalur yang memungkinkan ke sebuah tujuan yang diberikan. Juga dikenal sebgai all-ring explorers packet.
AMAmplitudo Modulation. Sebuah metode modulasi yang menyatakan informasi dengan memvariasikan amplitude dengan sinyal pembawa.
AMIAlternate Mark Inverson. Sebuah tipe line-code pada sirkuit T1 dan E1 yang menampilkannol sebagi “01” dalam setiap bit cell dan satu sebagai “11” atau “00”, sevara bergantian, dalam setiap bit cell. Alat pengirim harus memelihara apa yang disebut ones density dalam AMI, tetapi tidak terlepas dari stream data. Juga dikenal sebagai binary-coded, alternate mark inversion. Berlawanan dengan B8ZS.
AmplitudeSebuah nilai tertinggi dari gelombang analog atau digital
Analog TransmissionPengirim sinyal dimana informasi ditampilkan dengan berbagai kombinasi amplitude, frekuensi, dan fase dari sinyal.
ANSIAmerican Nasional Standards Institute. Organisasi yang terdiri dari perusahaan pemerintah, dan anggota-anggota sukarela yang mengkoordinasikan kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan standar, menyetuji standar nasional Amerika Serikat, dan membantu dalam pembuatan standar internasional dan Amerika Serikat untuk bidang seperti komunikasi, networking, dan berbagai bidang teknik. ANSI telah mempublikasikan lebih dari 13.000 standar, untuk produk-produk rekaya dan teknologi, mulai dari the international electrotechnical commission (IEC) dan international organization for standardization (ISO).
AnycastSebuah alamat ATM yang dapat dibagi oleh lebih dari satu system client, memungkinkan permintaan layanan di route ke sebuah node yang meyediakan layanan tersebut.
AppleTalkPada saat ini terdapat dua versi, emrupakan kumpulan protocol-protokol komunikasi yang dirancang oleh Apple Computer untuk digunakan dilingkungan Macinthos. Protocol-protokol Fase 1 yang lebih awal mendukung satu network fisikal dengan hanya stu nomor network yang berada di satu zone. Protocol Fase 2 yang lebih baru mendukung lebih dari satu network logika pada sebuah network fisikal, memungkinkan network-network berada di lebih dari satu zone.
Application LayerLayer Application. Layer ke 7 dari model OSI, meyediakan layanan-layanan untuk prosedur-prosedur aplikasi (seperti electronic mail atau transfer file) yang berada di luar model OSI. Layer ini memilih dan menentukan ketersediaan dari partner komunikasi dan juga sumber daya yang diperlukan untuk membentuk sebuah kesepakatan terhadap prosedur-prosedur untuk mengendalikan integritas data dan error recovery.
ARAAppleTalk Remote Access. Sebuah protocol untuk pengguna Macinthos untuk menetapkan akses mereka ke sumber daya dan data dari sebuah local AppleTalk yang remote.
AreaSebuah kumpulan lagikal, bukan fiscal, dari segmen-segmen (berdasarkan CLNS, DECnet, atau OSPF) berikut peralatan-peralatan yang terhubung dengan segmen-segmen tersebut. Area biasanya dihubungkan dengan area lain menggunakan router-router untuk menciptakan sebuah autonomus system tunggal.
ARMAsynchonous Respone Mode. Sebuah mode komunikasi HDLC yang menggunakan satu station utama dan paling sedikit satu station tambahan, dimana transmisi dapat dimulai dari station utama atau salah satu unit sekunder.
ARPAddress Resolution Protocol. Didefinisikan di RFC 826, merupaka protocol yang melacak alamat IP ke alamat MAC.
ASAutonomous system. Sebuah kumpulan network di bawah administrasi bersama yang berbagi metodelogi routing yang sama. Autonomous system dibagi lagi menjadi area-area dan harus diberikan sebuah nomor 16 bit tunggal oleh IANA.
AS Path PrependingPenggunaan peta-peta rute dalam BGP untuk memperpanjang jalur autonomous system dengan menambahkan ASN-ASN palsu.
ASBRAutonomous System Boundary Router. Sebuah router area border yang ditempatkan di antara sebuah autonomous system OSPF dan sebuah network non OSPF yang bekerja dengan OSPF dan protocol routing tambahan, seperti RIP. ASBR harus ditempatkan disebuah area OSPF yang non stub.
ASCIIAmerican Standard Code For International Interchange. Sebuah kode 8 bit untuk mempresentasikan karakter-karakter, terdiri dari 7 bit data ditambah 1 bit binary.
ASICsApplication Specific Integrated Circuits. Digunakan di switch layer 2 untuk membuat keputusan filtering. ASIC melihat kedalam table filter dari alamat-alamat MAC dan menetukan port mana yang dituju oleh alamat hardware tujuan dari sebuah alamat hardware yang diterima. Frame akan diizinkan untuk melalui satu segmen itu saja. Jika alamat hardware tidak diketahui, frame akan di forward ke semua port.
SNA.1Abstract Syntac Notation One. Sebuah bahasa OSI yang digunakan untuk menggambarkan jenis-jenis data yang tidak bergantung pada struktur computer dan metode penggambarannya. Dideskripsikan oleh standart internasional 8824 ISO.
ASPAppleTalk Session Protocol. Sebuah protocol yang menggunakan ATP untuk menetapkan, memelihara, dan memutuskan session-session, dan juga permintaan-permintaan yang berurut.
ASTAutomatics Spanning Tree. Sebuah fungsi yang menyediakan satu jalur untuk frame explore berjalan dari satu node di network ke node lain, mendukung resolusi otomatis dari spanning tree dalam networks SRB. AST berdasarkan pada standard IEEE 802.1d.
Asynchronous TransmissionAsynchronous Transmission. Sinyal digital yang dikirim tanpa timming yang tepat, biasanya dengan frekuensi-frekuensi dan hubungan fase yang berbeda. Transmissi asynchronous biasanya memasukkan karakter-karakter individual dalam bit-bit pengendali (yang disebut bit start dan stop) yang memperlihatkan permulaan dan akhir dari setipa karakter. Berlawanan dengan isochronous transmission dan synchronous transmission.
ATCPAppleTalk Control Program. Protokol untuk menetapkan dan mengkonfigurasi AppleTalk di atas PPP, didefinisikan dalam RFC 1378.
ATDMAsynchronous Time Division Multiplexing. Sebuah teknik untuk mengirimkan informasi, ia berbeda dengan TDM normal dalam hal slot waktu yang dipilih ketika diperlukan, disbanding slot yang sudah ditentukan sebelumnya pada transmitter tertentu. Berlawanan dengan FDM, statistical multiplexing, dan TDM
ATGAddress Translation Gateway. Mekanisme di dalam software routing cisco DECnet yang memungkinkan router untuk melakukan routing ke beberapa tempat sekaligus, dengan tidak bergantung pada network DECnet dan menetapkan sebuah terjemahan alamat yang dipilih oleh user untuk node tertentu diantara network-network.
ATMAsynchronous Transfer Mode. Standar internasional, didefinisikan oleh sel-sel (cells) 53 byte yang panjangnya sudah ditetapkan, untuk menstransmisikan sel-sel dalam banyak system-sistem layanan, seperti voice, video atau data. Delay dari transit dikurangi karena sel-sel dengan panjang yang sudah ditetapkan tersebut memungkinkan pemrosesan untuk terjadi di hardware. ATM dirancang untuk memaksimalkan keuntungan dari media transmisi kecepatan tinggi, seperti SONET, E3 dan T3.
ATM ARP serverSebuah alat yang menyediakan subnet-subnet logical yang menjalankan network klasik IP di atas ATM dengan layanan penerjemah alamat.
ATM EndpointKoneksi pemulai atau pemutus dalam sebuah network ATM, ATM endpoint termasuk server, workstation, switch ATM ke LAN dan router ATM.
ATM ForumOrganisasi internasional yang didirikan bersama oleh Northern Telecom, Sprint, Cisco System, dan NET/ADAPTIVE pada tahub 1991 untuk mengembangkan dan mempromosikan kesepakatan-kesepakatan implementasi yang berdasarkan standar untuk teknologi ATM. ATM forum memperluas standar resmi yang dikembangkan oleh ANSI dan ITU-T dan menciptakan kesepakatan-kesepakatan implementasi sebelum standar resmi dipublikasikan.
ATM LayerSebuah sublayer dari layer data link dalam sebuah network ATM yang bergantung pada layanan. Untuk menciptakan sel-sel ATM 53 byte yang standar, layer ATM menerima segmen-segmen 48 byte dari AAL dan menempelkan sebuah header 5 byte ke setiap segmen. Sel-sel ini kemudian dikirim ke layer physical untuk ditransmisikan melalui media fisikal.
ATMMATM management. Sebuah prosedur yang bekerja pada switch-switch ATM, mengelola rate enforcement dan VCI translation.
ATM user-user connectionSebuah koneksi yang dibuat oleh layer ATM untuk menyediakan komunikasi antara paling sedikit dua pengguna layanan ATM, seperti proses-proses ATMM. Komunikasi ini dapat berupa komunikai searah atau dua arah, masing-masing menggunakan satu atau dua VC.
AttenuationDalam komunikasi berate perlemahan atau kehilangan energi sinyal, biasanya disebabkan oleh jarak.
AURPAppleTAlk Update-based Routing Protokol. Sebuah teknik untuk mengenkapsulasi lalu lintas ApplTalk dalam header dari sebuah protocol asing yang memungkinkan koneksi dari paling sedikit dua internetwork ApplteTalk yang tidak bersambungan melalui sebuah network asing (seperti TCP/IP) untuk menciptakan sebuah WAN AppleTalk yang lengkap.
AURP TunnelSebuah koneksi yang dibuat di sebuah WAN AURP yang bertindak sebagai sebuah link virtual tunggal antara internetwork-internetwork AplleTalk yang terpisah secara fisik oleh sebuah network asing seperti network TCP/IP.
AuthenticationKomponen pertama dalam model AAA. User biasanya diotentikasikan melalui sebuah username dan password, yang digunakan secara unik untuk mengidentifikasikan mereka.
Authority ZoneSebuah bagian dari pohon domain-name yang terkait dengan DNS dimana sebuah name server menjadi otoritasnya.
AuthorizationTindakan memperbolehkan akses ke sebuah sumber daya berdasarkan informsi otentikasi dalam model AAA.
Auoto-detect MechanismDigunakan di switch, hub, dan kartu interface Ethernet, untuk menentukan duplex dan kecepatan yang akan didapat.
Auto DuplexSebuah setting pada peralatan layer 1 dan layer 2 yang menset duplex dari sebuah port pada switch atau hub secara otomatis.
Automatics Call ReconnectSebuah fungsi yang memungkinkan proses roting kembali (rerouting) dengan panggil otomatis untuk berpindahdari sebuah sambungan trunk yang gagal.
Autonomous confederationSebuah koleksi dari system-sistem yang diadministrasikan sendiri (self-governed) yang lebih bergantung pada akses dan infromasi routing di network mereka sendiri daripada informasi yang diterima dari system-sistem atau group lain.
Autonomous swithingKemampuan router-router cisco untuk memproses paket-paket secara lebih cepat dengan menggunakan ciscoBus untuk melakukan switch paket secara terpisah dari prosesor system.
AutoreconfigurationSebuah prosedur yang dieksekusi oleh node-node di dalam domain yang gagal dari sebuah token ring, dimana node-node tersebut secara otomatis melakukan diagnosis, mencoba mengkonfigurasi kembali network di sekeliling area yang gagal.
Auxiliary portKonsol port di belakang router-router cisco yang memungkinkan untuk menghubungkan sebuah modem dan melakukan panggilan ke router dan melakukan setting konfigurasi konsol.
B8ZSBinary 8 Zero SubtitutionSebuah tipe line-code, yang diinterpretasikan pada remote dari koneksi, yang menggunakan sebuah subtitusi kode khusus ketika 8 nol secara berurutan ditransmisikan melalui link pada rangkaian T1 da E1. teknik ini menjamin ones density terlepas dari stream data. Juga dikenal sebagai subtitusi 8 nol bipolar. Berlawanan dengan AMI.
BackboneBagian dasar dari network yang menyediakan jalur utama untuk lalu lintas yang dikirimkan ked an dimulai dari network lain.
Back EndSebuah node atau program software yang menyediakan layanan ke sebuah server front end.
BandwidthSelisih antara frekuensi tertinggi dan terendah yang digunakan oleh sinyal network. Lebih umum, ia mengacu pada kapasitas throughput yang diukur dari sebuah protocol atau media network.
Bandwidth on Demand (BoD)Fungsi ini memungkinkan sebuah kanal B tambahan digunakan untuk menambah bandwidth yang tersedia untuk sebuah koneksi tertentu.
BasebandSebuah fitur dari teknologi network yang menggunakan hanya satu pembawa (carrier) frekuensi. Contohnya adalah Ethernet. Juga disebut “narrowband (pita sempit).
BaselineInformasi baseline termasuk data historis tentang network dan informasi utilitisasi atau penggunaan network yang rutin. Informasi ini dapat digunakan untuk menentukan apakah ada perubahan terbaru pada network yang mungkin menyebabkan sebuah masalah yang sedang dihadapi.
Basic Management SetupDigunakan dengan router cisco ketika dalam mode setup. Hanya menyediakan manajemen dan konfigurasi yang cukup untuk membuat router bakerja agar seseorang dapat melakukan telnet ke router tersebut dan mengkonfigurasinya.
BaudSinonim dari bit per second (bps), jika setiap elemen sinyal menyatakan 1 bit. Baud adalah sebuah satuan dari kecepatan pensinyalan yang ekivalen dengan jumlah elemen sinyal yang terpisah yang ditransmisikan perdetik.
B ChannelKanal bearer (pembawa), sebuah kanal full duplex dan 64 Kbps di ISDN yang mentransmisikan data user. Bandingkan dengan D Channel, E Channel, dan H Channel.
BDRBackup designation router, digunakan di sebuah network OSPF untuk melakukan backup untuk router yang dipilih jika terjadi kegagalan.
BeaconSebuah frame FDDI atau token atau token ring yang menunjukkan sebuah masalah yang serius dengan ring, missalnya kabel yang putus. Frame beacon membawa alamat dari station yang dianggap down.
BECNBackward explicit congestion notification. Adalah bit yang di set oleh network frame relay yang bergerak menjauh dari frame yang menuju ke sebuah jalur yang congested (jenuh). Sebuah DTW yang menerima frame dengan BECN dapat menanyakan protocol di level yang lebih untuk mengambil tindakan yang diperlukan untuk mengendalikan aliran data.
BGP4BGP version 4. versi 4 dari protocol routing interdomain yang paling sering digunakan di internet. BGP4 mendukung CIDR dan menggunakan mekanisme penghitungan rute untuk mengurangi ukuran table routing.
BGP indentifierField ini mendukung sebuah nilai yang mengidentifikasi pembicara BGP. Ini adalah sebuah nilai acak yang dipilih oleh router BGP ketika mengirimkan sebuah pesan OPEN.
BGP NeighborsDua router menjalankan BGP yang memulai sebuah proses komunikasi TCP pada layer 4 dari model referensi OSI. Secra khusus, yang digunakan adalah port TCP 179.
BGP SpeakerSebuah router yang mengumumkan prefix-prefix atau rute-rutenya.
Bidirectional Shared TreeSebuah metode forwarding multicast dengan pohon (tree) yang dibagi. Metode ini memungkinkan anggota-anggota group menerima data dari sumber atau RP, bergantung pada yang mana yang lebih dekat.
BinarySebuah metode penomoran dengan dua karakter yang menggunakan satu dan nol. System penomoran binary mendasari semua pernyataan digital dari informasi.
BindingMengkonfigurasi sebuah protocol layer network untuk menggunakan sebuah jenis frame tertentu pada sebuah LAN.
BIPBit Interleaved parity. Sebuah metode yang digunakan di ATM untuk memonitor error-error pada sebuah link, mengirim sebuah check bit atau check word pada overhead dari link untuk blok atau frame sebelumnya. Ini memungkinkan error pada bit yang sedang ditransmisikan dapat ditemukan dan dikirimkan sebagai informsi untuk pemeliharaan network

Membuat Desain Jaringan WAN (Wide Area Network)

Membuat Desain Jaringan WAN (Wide Area Network)

Posted by Masjun efendi Rabu, 21 November 2012 0 komentar
Bagi anda yang berprofesi sebagai teknisi Jaringan suatu perusahaan atau rekan-rekan yang sedang belajar men-desain jaringan,, anda pasti membutuhkan suatu desain untuk merancang Network yang akan anda bangun.. anda pasti bosan dengan hanya menggunakan selembar kertas dan pensil untuk menggambar desain yang anda pikirkan di kertas tersebut.. dengan menggunakan software “network design” anda dapat menggantikan kertas sebagai bahan experiment design LAN,MAN maupun WAN anda.. software desain JAringan yang akan saya bahas kali ini adalah dengan menggunakan“packet tracert”. software yang dikembangkan oleh cisco ini mempunyai beberapa keunggulan dan kemudahan dalam perancangannya.
Dengan menggunakan packet tracer, rekan-rekan yang tersendat  biaya untuk membeli router cisco beberapa seri, dapat mencoba aplikasi ini sebagai bahan ujicoba sebelum membeli router beneranya,,hhe.. coz harga router asli sangattttt mahaLL.. hho
disini juga kita dapat belajar perintah-perintah yang digunakan dalam IOS (Internetwork Operating system) atau sistem operasi yang digunakan pada mesin router cisco,,kita juga dapat mendesain Router untuk beberapa tipe seperti 1841,2620 & 2621,, kita pun dapat mempelajari aplikasi server disini walaupun kurang men-detail.. diantara aplikasi server yang dapat kita pelajari disni diantaranya:
  • Membuat NAT (Network Address Translation) adalah menggabungkan beberapa komputer ke Internet dengan menggunakan 1 alamat IP Public, misalnya Alamat IP Public kita 202.134.5.2 maka apabila kita meng-inginkan 50 komputer ingin terhubung ke Internet, kita memerlukan Aplikasi NAT untuk menghubungkan 50 komputer ini dengan IP Private seperti 192.168.5.xxx
  • Membuat DHCP Server, dengan DHCP server di router cisco, kita dapat memberikan IP otomatis kepada client yang ingin terhubung dalam jaringan baik itu Intranet maupun Internet.
  • Filtering Trafic dengan menggunakan Access List
  • IP Routing Static & Dynamic.Dengan IP routing,kita dapat memanajemen jaringan-jaringan, agar terstruktur dengan baik.
Bagi rekan-rekan yang ingin mempelajari lebih jauh tentang aplikasi packet tracer, bisa mencari mentahanya di google,, hhe.. maaf saya tidak menyediakan URL nya,, tapi banyak sekali aplikasi ini di google, anda tinggal mencari. Namun saya menyertakan berbagai tutorial yang dapat anda manfaatkan

Konfigurasi Jaringan Linux Dengan GUI dan Text

Konfigurasi Jaringan linux dengan GUI dan text

Setting IP address pada sistem operasi Linux bisa dilakukan dalam dua mode yaitu mode teks (Console) dan mode grafis (GUI).
Konfigurasi IP di sistem operasi linux tidaklah sulit seperti yang dibayangkan, jika anda tidak suka teks mode anda bisa menggunakan mode grafis.
Hampir semua distro Linux keluaran terbaru sudah menyediakan program berbasis GUI untuk mengatur IP address. Sebagai bahan percobaan saya gunakan Linux Ubuntu, berikut ini langkah langkahnya.
Mode teks
File konfigurasi IP terletak pada /etc/network/interfaces . Untuk membuka file tersebut gunakan teks editor vim dengan hak akses sebagai root. Berikut ini perintahnya.

sudo vim /etc/network/interfaces
ketikan perintah diatas dan tekan enter maka anda akan diminta untuk mengisikan password root. Perintah sudo adalah perintah untuk menggunakan hak akses super user (root), sudo = Super User Do.
Setelah file konfigurasi tersebut terbuka, cari bagian yang terdapat kata eth0 (ethernet card pertama). Misalkan saya ingin menyetting IP 192.168.0.3, maka pada bagian eth0 ubah menjadi seperti berikut.
auto eth0
iface eth0 inet static
network 192.168.0.0
broadcast 192.168.0.255
address 192.168.0.3
netmask 255.255.255.0
Setelah selesai mengedit, langkah selanjutnya adalah merestart service network supaya konfigurasi IP yang baru bisa dijalankan. Berikut ini perintahnya.
untuk menghentikan sevice ketikan :
sudo /etc/init.d/networking stop
untuk menjalankan service ketikan :
sudo /etc/init.d/networking start
Sekarang ketikan perintah ifconfig eth0 untuk mengecek apakah IP address sudah berubah.
Selain untuk mengecek alamat IP perintah ifconfig bisa juga digunakan untuk setting IP secara tidak permanen, artinya settingan IP akan kembali seperti semula ketika komputer direstart. Berikut ini cara menyetting IP tidak permanen menggunakan perintah ifconfig.
bentuk umum :
sudo ifconfig eth0 [alamat IP] netmask [netmask] broadcast [alamat broadcast]
contoh :
sudo ifconfig eth0 192.168.0.3 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.0.255
Mode grafis
Bagi anda yang tidak suka dengan teks mode berikut ini cara konfigurasi IP yang berbasis grafis. Pertama klik system , lalu pilih administration , kemudian klik network maka akan muncul tampilan seperti berikut.
konfigurasi IP address di linux
Pilih wired connection lalu klik tombol properties, maka akan muncul tampilan berikut.
konfigurasi IP address di linux
Disini anda bisa mengisikan alamat IP dan subnet mask yang ingin anda gunakan. Selamat mencoba.